Sabtu, 20 Juli 2013

ATMOSFER, LITOSFER dan HIDROSFER



A.    Atmosfer
Atmosfer berasal dari kata “atmo” yang berarti udara dan “sfera” yang berarti lapisan. Jadi, atmosfer adalah lapisan udara atau gas berlapis-lapis yang menyelubungi bumi, sedangkan yang dimaksud dengan udara adalah semua gas yang tersusun dari berbagai zat yang tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak dapat dilihat. Atmosfer adalah lapisan kulit luar bumi dibawah litosfer (Sardiman, dkk. 2004: 20).
Atmosfer bumi tersusun atas 20 macam gas yang berbeda. Dua gas yang utama adalah oksigen dan nitrogen. Atmosfer juga mengandung partikel-partikel air dan debu, karena atmosfer bumi adalah hamparan udara yang sangat luas, maka tentu saja memiliki berat. Jika atmosfer tersebut dapat dimanfaatkan dengan disatukan menjadi sebuah skala, maka beratnya kira-kira 5.700.000.000.000.000 (5.700 triliyun) ton.

1.      Udara tersusun dari berbagai zat pembentuk, sebagai berikut:
a.       Nitrogen berjumlah 78%,
b.      Oksigen berjumlah 21%,
c.       Argon berjumlah 0,9%,
d.      Karbondioksida berjumlah 0,03%, dan
e.       Karbon, neon, xenon, hydrogen, helium, dan ozon berjumlah 0,07%.

2.      Sifat-sifat fisik atmosfer, atmosfer yang menyelubungi bumi mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
a.       Transparan terhadap beberapa bentuk radiasi.
b.      Elastis dan dinamis sehinga dapat mengembang dan mengerut.
c.       Tidak bewarna, tidak berbau dan tidak dapat dirasakan.
d.      Memilki berat sehingga dapat menimbulkan tekanan.
e.       Tediri atas beberapa gas.
f.       Terdiri atas beberapa lapisan.

3.      Lapisan atmosfer
Atmosfer terbentuk dari beberapa lapisan udara antara lain:
a.       Lapisan troposfer (9-12 km)
Lapisan troposfer adalah lapisan udara yang paling dekat dengan permukaaan bumi dengan ketebalan yang berlainan, yaitu sekitar 9 km di daerah kutub dan 12 km di daerah ekuator (Katino, 2006: 31).
Sifat-sifat khas lapisan ini adalah setiap kita naik 100 meter suhu udara akan turun 0,5˚-0,64˚C. Lapisan udara yang tebal pada troposfer dapat melindungi bumi dari sinar matahari sehingga suhu bumi tidak terlalu tinggi pada siang hari dan tidak terlalu rendah pada malam hari. Pada lapisan inilah terjadi proses gerakan udara (angin), terbentuknya awan, dan terjadinya hujan yang merupakan cirri unsure cuaca. Cuaca sangat berpengaruh terhadap kehidupan di muka bumi.
b.      Lapisan Stratosfer (12-50 km)
Lapisan stratosfer adalah lapisan udara yang tingginya sekitar 18-60 km di atas permukaan bumi (Katino,2006: 31).
Pada lapisan ini terdapat konsentrasi ozon pada ketinggian sekitar 22 km yang berfungsi melindungi lapisan troposfer dari radiasi sinar ultraviolet matahari. Pada lapisan stratosfer terdapat proses persenyawaan dan pengeluaran panas sehingga lapisan stratosfer memiliki lapisan mesosfer. Batas antara traposfer dengan lapisan stratosfer disebut tropopause yang bersuhu mnimum, sedangkan batas antara stratosfer dengan mesosfer disebut stratopause yang berimpit dengan bagaian atas ozon bersuhu maksimum.
c.       Lapisan Mesosfer (50-80 km
Lapisan mesosfer adalah lapisan yang berada di atas lapisan stratosfer (Katino, 2006: 31).
 Lapisan ini berfungsi memantulkan gelombang radio dan televise (VHF dan UHF). Lapisan ini berfungsi ntuk melindungi bumi dari hujan meteor. Semakin ke atas, suhu udara di lapisan mesosfer semakin dingin. Pada lapisan mesopause (lapisan peralihan antara mesosfer dan termosfer) suhu dapat mencapai 140˚C di bawah nol (-140˚C).
d.      Lapisan Termosfer (50-80 km)
Lapisan termosfer adalah lapisan atmosfer yang paling panas dengan lapisan atmosfer yang lain (Katino, 2006: 31).
 Lapisan ini terletak di ketinggian antara 80 km sampai batas antara atmosfer dengan angkasa luar. Pada lapisan termosfer ini suhu udara dapat mencapai 1.500˚C. Pada lapisan ini terdapat lapisan ionosfer (ketinggian 80-450 km). Partikel-partikel ion yang dihasilkan pada lapisan ini berfungsi untuk memantulkan gelombang radio, baik gelombang panjang maupun gelombang pendek.
e.       Lapisan Eksosfer
Dinamakan eksosfer karena merupakan lapisan terluar dari atmosfer, di mana pengaruh gaya berat sangat kecil sehingga benturan-benturan udara jarang terjadi. Ketinggian lapisan ini di antara 500 km sampai dengan 1.000 km. Butiran-butiran gas pada lapisan ini berangsur-angsur meloloskan diri ke angkasa luar. Lapisan ini juga dinamakan dissipasisfer.

4.      Manfaat Lapisan Atmosfer (udara)
a.       Untuk bernapas makhluk hidup di bumi.
b.      Pelindung makhluk hidup dari radiasi matahari.
c.       Pelindung bumi dari kemungkinan adanya benturan-benturan benda-benda angkasa karena daya tarik bumi.
d.      Pemantul gelombang bunyi untuk aktivitas telekomunikasi dan radio.

B.        Hidrosfer
Hidrogen merupakan salah satu unsur geosfer yang terdiri atas air dalam berbagai wujud. Air bisa berwujud padat, cair, maupun gas. Dalam kehidupan, air mempunyai fungsi yang sangat penting. Air dibutuhkan untuk mandi, memasak, menyirami, dan mencuci. Hidrosfer berasal dari kata hidro (air) daan sphere (lapisan). Hidrosfer berarti lapisan air. Lapisan air permukaan bumi meliputi lautan, laut, sungai, salju/gletset, air tanah, dan uap air yang terdapat dalam atmosfer. Ilmu yang mengkaji perairan disebut hidrologi. Hidrologi adalah cabang geografi fisik yang mempelajari sumber air dengan penekanan pada terhadapnya, sifat-sifatnya, kualitas dan kuantitasnya menurut ruang dan waktu (Sardiman, dkk. 2004: 31).
Hidrosfer mencakup air tawar di daratan dan air garam di lautan. Sebagian besar hidrosfer adalah lautan (97,2%) dan sisanya (2,8%) adalah air tawar. Air merembes ke dalam bumi melalui pori-pori lapisan-lapisan batuan dan tanah dengan proses infiltrasi. Faktor yang mempengaruhi infiltrasi adalah porositas dan permeabilitas lapisan batuan.

1.      Siklus hidrologi
Jumlah air dibumi relative tetap. Air senantiasa bergerak dalam suatu peredaran yang disebut siklus air atau siklus hidrologi. Siklus hidrologi, yaitu proses perubahan bentuk air yang terjadi di alam secara terus-menerus yang disebabkan oleh adanya pemanasan sinar matahari.
Siklus hidrologi dipengaruhi oleh pemanasan sinar matahari. Adanya terik matahari pada siang hari menyebabkan air di permukaan bumi mengalami evaporasi (penguapan) maupun transpirasi menjadi uap air. Uap air akan naik hingga mengalami pengembunan (kondensasi) membentuk awan. Akibat pendinginan terus-menerus, butir-butir air di awan bertambah besar hingga akhirnya jatuh menjadi hujan (presipitasi). Selanjutnya, air hujan ini akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi dan perkolasi) atau mengalir menjadi air permukaan (run off), baik aliran air bawah tanah maupun air permukaan keduannya menuju ke tubuh air di permukaan bumi (laut, danau, dan waduk).
Berikut ini istilah-istilah yang terjadi pada siklus hidrologi.
a.       Evaporasi, yaitu penguapan air laut menjadi uap air.
b.      Kondensasi, yaitu perubahan wujud uap air menjadi air.
c.         Aveksi, yaitu gerakan udara secara horizontal yang membawa titik air atau awan dari suatu tempat ke tempat lain.
d.      Presipitasi, yaitu turunnya titik-titik air dari udara ke permukaan bumi.
e.       Run off, yaitu aliran air di permukaan tanah.
f.       Transpirasi, yaitu proses pelepasan uap air dari tumbuh-tumbuhan.
g.      Infiltrasi, yaitu perembasan air ke dalam tanah melalui tanah.
h.      Sublimasi, yaitu berubahnya uap air menjadi kristal-kristal es.

2.      Jenis-jenis siklus hidrologi
Ada tiga jenis siklus hidrologi, yaitu siklus pendek, siklus sedang, dan siklus panjang.
a.         Siklus pendek, yaitu terjadinya penguapan di permukaan  laut, kemudian
terbentuk awan dan akhirnya hujan di kawasn laut.
b.         Siklus sedang, yaitu penguapan terjadi di permukaan laut, kemudian terbentuk awan-awan terbawa angin di daratan dan mengalir lagi melalui sungai di permukaan.
c.       Siklus panjang, yaitu penguapan terjadi dipermukaan laut, kemudian terbentuk awan-awan terbawa angin, terjadi hujan di daratan dan mengalir lagi ke laut melalui sungai di permukaan dan aliran bawah tanah.
3.      Manfaat air
a.       Pengairan sawah dengan membuat saluran air di waduk.
b.      Keperluan air minum dan keperluan sehari-hari.
c.       Usaha perikanan yang dilakukan pada kolam, sungai, empang, waduk, rawa dan laut.
d.      Sarana transportasi dan sarana olah raga.
e.       Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).sebagai objek wisata.

C.      LITOSFER
           Litosfer berasal dari bahasa yunani, yaitu dari kata lithos dan spaira. Litos artinya bebatuan dan spaira artinya lapisan. Jadi litosfer adalah lapisan kerak bumi yang paling luar terdiri dari batuan. Litosfer adalah lapisan kulit luar bumi, tersusun oleh berbagai jenis batuan dengan struktur geografi yang bervariasi, yang mempunyai ketebalan antara 70-125 km atau lebih (Sardiman, dkk. 2004: 19).
           Ketebalan kerak bumi tidak sama disetiap tempat. Tebal kerak bumi dibawah benua adalah 20-50 km dan tebal kerak bumi dibawah samudera adalah 10-12 km. Lapisan litosfer terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan sial (silsium aluminium) dan lapisan sima (silsium magnesium) (Kurniawati12.blogspot.com, 22 April 2012).
Konsep litosfer sebagai lapisan terkuat dari lapisan terluar bumi dikembangkan oleh Barrel pada tahun 1914, yang menulis serangkaian paper untuk mendukung konsep itu. konsep yang berdasarkan pada keberadaan anomali gravitasi yang signifikan di atas kerak benua, yang lalu ia memperkirakan keberadaan lapisan kuat (yang ia sebut litosfer) di atas lapisan lemah yang dapat mengalir secara konveksi (yang ia sebut astenosfer). Ide ini lalu dikembangkan oleh Daly pada tahun 1940, dan telah diterima secara luas oleh ahli geologi dan geofisika. Meski teori tentang litosfer dan astenosfer berkembang sebelum teori lempeng tektonik dikembangkan pada tahun 1960, konsep mengenai keberadaan lapisan kuat (litosfer) dan lapisan lemah (astenosfer) tetap menjadi bagian penting dari teori tersebut.
Harry hess, pada tahun 1960, dengan teori tektonik lempengnya membagi kerak bumi menjadi dua bagian, yaitu kerak benua dan kerak samudera. Kerak benua terdiri dari batuan yang ringan dan banyak mengandung SiO (silika), sedangkan kerak samudera sebagai dasar samudera terdiri dari batuan-batuan yang sangat padat berwarna gelap dan miskin akan SiO (Cut Meurah, dkk. 2006: 74).

1.      Batuan Pembentuk Litosfer
Berdasarkan proses terjadinya, batuan dapat dibagi menjadi tiga bagian :
a.    Batuan beku, dikarenakan magma mengalami pendinginan dan zat cair pijar berangsur-angsur menjadi dingin dan beku:
1)      Batuan beku dalam (plutonik). Hasil pembekuan magma di dalam litosfer, sehingga proses pendinginannya sangat lambat. Menghasilkan: batuan beku dengan kristal penuh yang besar-besar (holokristalin).
2)      Batuan beku korok (porfirik). Pembekuannya berlangsung lebih cepat karena magma telah meresap diantara lapisan-lapisan litosfer.
3)      Batuan beku luar (episif). Magma berubah menjadi larva yang meleleh, dan proses pembekuan larva di permukaan bumi menjadi cepat. Menghasilkan: lelehan batuan beku dengan kristal yang halus bahkan ada yang tidak berkristal.
b.      Batuan Sedimen (Endapan)
Berasal dari batuan beku yang telah tersingkap oleh tenaga dari luar akan diangkut ke tempat lain dan di tempat baru itulah lalu diendapkan.
1)        Batuan sedimen klitik, yaitu pasir
2)        Batuan sedimen kimiawi, yaitu stalaktit dan stalakmit
3)        Batuan sedimen organik, yaitu lapisan humus dari hutan
c.    Batuan Malihan
Terjadi karena adanya tekanan dan suhu yang tinggi sehingga menempatkan dan meremukkan batuan yang sudah ada sebelumnya, baik itu yang berupa batuan beku atau batuan endapan. Dengan adanya berbagai proses pembentukan jenis-jenis batuan di atas, akan menghasilkan material-material yang bernilai ekonomis tinggi.

2.      Bentuk muka bumi
a.       Tenaga endogen
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi dan bersifat membangun permukaan bumi. Tenaga endogen terdiri dari tenaga tektonis, vulkanis dan gempa bumi (Bahpari dan Mulia, 2010: 57).
1)      Tenaga tektonis
Tenaga tektonis merupakan tenaga dari dalam bumi yang menyebabkan terjadinya perubahan letak lapisan permukaan bumi secara mendatar atau vertikal, baik yang mengakibatkan putusnya hubungan batuan atau tidak.
Gerakan tektonis dibedakan menjadi dua yaitu:
a)      Tektonis epirogenesa
Tektonis epirogenesa adalah proses perubahan bentuk daratan yang disebabkan oleh tenaga yang lambat dari dalam dengan arah vertikal. Epirogenesa ada dua macam, yaitu: epirogenesa positif adalah gerakan dengan arah ke bawah menyebabkan daratan mengalami penurunan dan seolah-olah permukaan laut menjadi naik. Dan epirogenesa negatif adalah gerakan dengan arah keatas menyebabkan naiknya permukaan daratan dan seolah-olah permukaan laut menjadi turun.
b)      Tektonis orogenesa
Tektonis orogenesa adalah pengerahan lempeng tektonis yang sangat cepat meliputi wilayah yang sempit. Tektonik orogenesa merupakan proses pembentukan gunung atau pegunungan akibat adanya tabrakan lempeng benua. Contoh tektonik orogenesa adalah deretan pegunungan mediterania yang memanjang dari pegunungan atlas di Afrika sampai wilayah Indonesia.
2)      Tenaga vulkanis
Vulkanis atau bersifat gunung api dapat diartikan sebagai suatu gejala atau akibat adanya aktivitas magma di dalam litosfer hingga keluar sampai ke permukaan bumi. Magma adalah bahan batuan pijar yang dapat berupa benda cair, padat dan gas yang berada dalam kerak bumi. Ilmu yang mempelajari gunung berapi adalah vulkanologi.
Terdapat 2 gerakan magma, yaitu:
a)      Intrusi magma
Intrusi magma adalah proses penerobosan magma melalui retakan dan celah pada lapisan batuan pembentuk litosfer. Proses intrusi terjadi akibat tekanan gas-gas yang mengandung magma.
b)      Ekstrusi magma
Ekstrusi magma adalah proses keluarnya magma ke permukaan bumi.
3)      Gempa Bumi
Gempa bumi adalah getaran yang dapat dirasakan di permukaan bumi karena adanya gerakan, terutama yang berasal dari dalam lapisan-lapisan bumi. Secara umum penyebab terjadinya gempa bumi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:
a)      Gempa tektonis
Sebagian besar gempa bumi disebabkan oleh proses tektonik, yaitu gerakan yang terjadi di dalam kulit bumi secara tiba-tiba, baik berupa patahan maupun pergerakan.
b)      Gempa vulkanis
Gempa vulkanis adalah gempa yang disebabkan oleh adanya letusan atau retakan yang terjadi di dalam struktur gunung berapi.
c)      Gempa runtuhan
Gempa runtuhan disebabkan oleh adanya longsoran massa batuan, intensitas gempa runtuhan sangat kecil sehingga tidak terasa pada jarak yang jauh. Gempa runtuhan disebut juga dengan gempa terban.
b.      Tenaga eksogen ialah tenaga yang mengubah muka bumi atau bentuk relief yang berasal dari luar bumi. Pada dasarnya tenaga eksogen itu meliputi:
1)       Pelapukan
Yang dimaksud dengan pelapukan adalah hancurnya batuan dari gumpalan besar menjadi butiran yang lebih kecil. Pelapukan itu sendiri dibagi menjadi 3 macam yakni:
a)      Pelapukan mekanik
b)      Pelapukan kimiawi
c)      Pelapukan organik
2)      Pengikisan
Pengikisan ini terjadi karena media alam yang bergerak seperti sungai, angin dan gletser. Pengikisan terjadi setelah media tersebut melalui batuan atau tempat lain yang menjadi jalur gerak media tersebut.
3)       Pengangkutan sambil mengikis.
Pengangkatan material yang sudah lapuk dilaksanakan oleh:
a)      air mengalir
b)      angin 
c)      gletser
d)     gravitasi
4)       Pengendapan
Di tempat aliran air, gletser atau angin berhenti atau bertambah lemah, barang angkutannya ditinggal. Lama-lama barang angkutan dari gletser, aliran air atau angin tersebut akan membentuk suatu bentukan-bentukan.

3.      Manfaat Litosfer
a.       Sumber daya alam.
b.      Sumber daya bahan baku industri.

D.      Terbentuknya Benua dan Samudera

1.      Benua
Teori Wegener, seorang ahli geografi Bangsa Jerman, mengemukakan suatu teori yang disebut Teori Wegener. Menurut teori ini, bumi pada 250 juta tahun yang lalu hanya terdiri dari satu benua yang sangat besar, retak kemudian bergeser menjauhi satu sama lain. Akibat pergeseran itu terbentuklah benua-benua Amerika, Asia, Eropa, Afrika, Australia, dan Antartika (Santi Dewiki, 2004: 31).
Teori ini didukung oleh fakta yaitu:
a.       Sepanjang Timur Amerika Selatan ternyata mempunyai bentuk dan lekukan yang kira-kira sama dengan lekukan pada Benua Afrika sebelah Barat.
b.      Lekukan bagian Selatan Benua Australia cocok dengan tonjolan Benua Antartika.
c.       Lekukan Semenanjung India dan Pulau Madagaskar cocok dengan teluk yang terbentuk antara Afrika dengan Antartika.

2.      Samudera
Berdasarkan teori Wegner, pergeseran bagian bumi bersifat vertikal maupun herizontal yang masih berlangsung terus menerus hingga saat ini (Santi Dewiki, 2004: 34).
Contoh lain dari peristiwa ini adalah terbentukknya gunung Himalaya yang menjulang tinggi dan bersamaan dengan itu terbentukknya Samudera Hindia (Indonesia) yang dalam.
           Bersamaan dengan terbentukknya atmosfer, terjadi pula proses pendinginan udara dan hujan yang sekaligus akan mempercepat pendinginan bumi. Siklus yang berlangsung bermiliyar-miliyar tahun akan membentuk kumpulan air dilekukan-lekukan permukaan bumi. Lautan puba pada mulanya diduga hanya 10% dari lautan yang ada saat ini.

E.       Dampak Gejala Alam

1.      Gejala-gejala atmosfer dan pengaruhnya terhadap kehidupan.
a.       Cuaca dan Iklim
Menurut J. Criegfield, cuaca adalah keadaan keseluruhan dari kondisi atmosfer dalam waktu yang singkat serta pada wilayah sempit. Jangka waktu mencapai 1-14 hari (Kurniawati12.blogspot.com, 22 April 2012).
Iklim adalah kumpulan dari kondisi fisik di atmosfer dalam waktu lama dan pada wilayah luas (Katino, 2006: 38).
 Jangka waktu antara 10-30 tahun. Jadi, perbedaan antara cuaca dan iklim meliputi dua hal utama, yaitu waktu dan wilayah cakupan. Kesamaan dari keduannya adalah system pengontrol dan elemen-elemen pembentuknya. Ilmu yang memepelajari tentng cuaca disebut mteorologi. Ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut klimatologi.
Manfaat Iklim dan Cuaca bagi Kehidupan sebagai berikut:
1)      Dibidang pertanian, iklim dan cuaca bermanfaat sebagai berikut.
a)        Menentukan pola tanaman, waktu memupuk, memberantas hama, atau  memetik hasil produksi.
b)          Menentukan jenis tanaman perkebunan.
c)          Bermanfaat bagi para petani garam untuk memperoleh hasil maksimal pada waktu musim kemarau karena mendapat penyinaran matahari cukup lama untuk mengkristalkan air asin menjadi garam.
2)      Dibidang teknologi, yaitu mendorong kapal layar nelayan tradisional serta menggerakkan kincir angina tau sumber energi, penerbangan, dan teknologi industri bangunan.
3)      Dibidang pariwisata, dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata, seperti membangun objek wisata yang sesuai dan menarik para pengunjung.
b.      Angin
Pengertian angin adalah uadara yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi (suhu rendah) ke daerah bertekanan rendah (suhu tinggi) (Katino, 2006: 33).
 Angin terjadi karena temperature udara di daerah daratan dan di atas permukaan laut berbeda, di daerah lembab dan di daerah pegunungan juga berbeda. Perbedaan sifat yang bertolak belakang tersebut berpengaruh pula terhadap perbedaan tekanan udara. Perbedaan tekanan udara tersebut menyebabkan terjadinya pergerakkan uadara yang juga disebut dengan nama angin.
Pengaruh angin terhadap kehidupan adalah dapat kita lihat pada jenis mata pencaharian penuduk di daerah pantai, yaitu nelayan tradisional. Mereka memanfaatkan angin laut dan angin darat untuk pergi dan pulang dari menangkap ikan di laut.

c.       Hujan
Hujan adalah proses jatuhnya titik-titik air yang telah mengkristal dari atmosfer ke permukaan bumi (Katino, 2006: 36).
Titik-titik tersebut merupakan proses penguapan (evaporasi) akibat penyinaran matahari. Pengaruh hujan terhadap kehidupan dapat kita lihat pada mata pencarian penduduk. Penduduk yang tinggal di daerah yang banyak memiliki curah hujan mayoritas bekerja di bidang pertanian, terutama pertanian lahan basah atau pertanian yang menghasilkan padi, buah, dan sayuran, serta palawija. Adapun penduduk yang tinggal di daerah yang sedikit memiliki curah hujan cenderung bekerja di bidang pertanian lahan kering atau perladangan yang mengahsilkan padi gogo, palawija, dan jagung.

2.      Gejala Hidrosfer
Salah satu gejala hidrosfer yang sering sekali kita temui, yaitu banjir. Penyebab banjir adalah hujan yang alirannya airnya melalui hutan-hutan gundul, daerah yang kurang bervegetasi (tanaman) di permukaan bumi sebagai daya serap air.
Faktor penyebab banjir sebagai berikut:
a.       Penebangan hutan yang berlebihan.
b.      Penutupan danau dan kantong-kantong lainnya.
c.       Berubahnya saluran drainase dan sungai.

3.      Gejala Litosfer
Lahan adalah bentangan alam yang terdiri dari satu atau lebih jenis tanah dan mencakup faktor-faktor fisik berupa relief, vegetasi, iklim, dan sumber air dimana proses produksi berlangsung (Katino, 2006: 12).
 Kualitas bentang alam yang berupa bentang alam dipermukaan bumi bervariasi, mulai dari bentang alam yang sangat subur sampai dengan lahan yang tandus. Lahan-lahan yang dimungkinkan dikelola oleh manusia disebut lahan potensial. Suatu lahan bisa mengalami penurunan potensi karena suatu hal. Penurunan suatu lahan disebut degradasi lahan. Jadi, yang dimaksud dengan degradasi lahan adalah hilangnya atau berkurangnya kegunaan atu potensi lahan untuk mendukung kehidupan. Hal ini bisa disebabkan karena adanya erosi, tergenang, kehilangan unsur hara dan bahan organik, serta meningkatnya kadar garam.
Menurut Barrow, faktor-faktor utama penyebab degradasi lahan adalah bahaya alami, perubahan populasi manusia, kondisi sosial, ekonomi, praktik pertanian yang tidak tepat, serta aktivitas pertambangan dan industri (Katino, 2006: 12).
a.       Bahaya alami
Bahaya alami seperti longsor dapat menjadikan unsur hara dan tebal tanah berkurang atau hilang. Kondisi demikian menyebabkan fungsi tanah sebagai media tanam menjadi hilang atau berkurang. Banjir akibat pengaruh tenaga air dan longsor karena pengaruh gaya gravitasi tanah menjadi tidak subur dan tipis.
b.      Perubahan populasi manusia
Populasi manusia di bumi makin lama makin meningkat. Kondisi ini menyebabkan semakin luasnya lahan yang diperlukan untuk pemukiman, transportasi dan sebagainya. Ini berarti terjadi alih fungsi lahan hutan sebagai penyeimbang ekosisitem lingkungan termasuk alam. Perubahan penggunaan lahan tersebut menyebabkan lahan menjadi kritis, tidak subur dan pada tahapan lain dapat menyebabkan bahaya alami, seperti banjir, erosi dan longsor.
c.       Kondisi sosial ekonomi
Kondisi sosial tertentu dapat menyebabkan munculnya kerusakan lingkungan. Kurang pahamnya arti penting lingkungan akibat rendahnya pendidikan sering menjadi sebab munculnya penebangan hutan secara ilegal. Begitu pula dengan memburuknya perekonomian suatu negara menyebabkan pemanfaatan alam disertai perhatian terhadap kelestarian lingkungan, juga terjadi perubahan kawasan pertanian subur menjadi lahan terlantar.
d.      Praktik pertanian yang tidak tepat
Persawahan dan lahan kering merupakan contoh penggunaan lahan yang umum diterapkkan pada praktik budidaya pertanian di negara-negara Asia Tenggara. Timbulnya kerusakan fisik dan kehilangan hara tanah sering kali terjadi pada lahan pertanian dengan pola pengelolaan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan, akibatnya terjadi penyempitan lahan-lahan subur.
e.       Aktivitas pertambangan dan industri
Pada lahan-lahan tertentu terdapat jenis bahan tambang yang terkandung didalamnya. Penambangan dengan mengggali tanah kadang-kadang menyisikan lubang yang dalam dan lebar.
Dampak negatif dari terjadinya erosi pada lahan antara lain sebagai berikut:
1)      Penurunan kesuburan tanah
Erosi menyebabkan hilangnya lapisan tanah atas yang subur dan menyisakan tanah pada lapisan bawah yang tidak subur.
2)      Menurunnya produktivitas
Hilangnya kesuburan lahan akibat erosi sangat berpengaruh terhadap produktivitas lahan. Hal ini akan terlihat jelas pada daerah-daerah yang mengalami erosi.
Upaya pemeliharaan dan perlindungan terhadap tanah secara teratur perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan tanah (konservasi tanah). Konservasi tanah dapat dilakukan dengan tiga metode yaitu:
a.       Metode mekanik, metode ini adalah upaya untuk mencegah banyaknya tanah yang hilang akibat erosi, upaya ini dilakukan dilakukan dengan cara terasering, rorak, guludukan, pembuatan pabit, dan tanggul.
b.      Metode vegetatif, metode dengan menggunakan tanaman untuk mengurangi keruskan lapisan tanah bagian atas, supaya ini dilakukan dengan cara penghijauan, reboisasi, rotasi tanaman, dan tanaman penutup tanah.
c.       Metode kimiawi, metode dengan memanfaatkan bahan kimia yang bertujuan untuk memperbaiki kamantapan struktur tanah.









Kesimpulan
Litosfer adalah lapisan kerak bumi yang paling luar terdiri dari batuan yang terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan sial dan lapisan sima. Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelubungi bumi. Dan hidrosfer adalah lapisan air yang menyelimuti permukaan bumi.
Dari teori Wegner menungkapkan bahwa benua dan samudera bermula dari satu kontinen. Oleh karena lapisan kulit bumi, pada awalnya goyah dan bumi bergerak mengadakan rotasi, maka lapisan tersebut retak dan secara perlahan serta terus menerus memisahkan diri menjadi benua-samudera.
Berbagai macam persebaran gejala alam, misalnya gejala yang terjadi pada dinamika dan kecendrungan perubahan litosfer memiliki dampak terhadap kehidupan di muka bumi. Sama halnya dengan gejala-gejala yang ditimbulkan oleh proses yang terjadi pada hidrosfer dan atmosfer.








DAFTAR PUSTAKA

Bahpari dan Mulia. 2010. Geografi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
Cut Meurah, dkk. 2006. Geografi. Jakarta: Phibeta Aneka Gama.
Katino. 2006. Geografi untuk SMA Kelas X. Surakarta: Pabelan Cerdas Nusantara.
Sardiman, dkk. 2004. Pengetahuan Sosial. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Santi Dewiki. 2004. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sutikna dan Sudibyakto. 2006. Geografi untuk SMA/MA Kelas X. Klaten: Cempaka Putih.
Tim Kreatif Simpati. 2006. IPS Terpadu untuk Semester 2. Surakarta: Grahadi.
Wahyudin. 2007. Bumi dan Ruang Angkasa. Jakarta: Armandelta selaras.
Yosaphat, dkk. 20004. Konsep Dasar IPA 1. Jakarta: Universitas Terbuka.